MENJADI wanita karier tidaklah mudah. Butuh keahlian dan kemampuan yang jarang dimiliki wanita lainnya. Juga tidak hanay tenaga dan fikiran yang dikuras. Waktu juga banyak yang tersita. Apalagi menjadi karyawan bank yang sekaligus dosen. Sampai-sampai tak ada waktu libur.
Sering Ditegur Orang Tua Karena Terlalu Sibuk
Itulah yang dialami Rusmini. Sosok perempuan asal Desa Gedang mas Kecamatan Randuagung. Dia memang tidak pernah meliburkan dirinya untuk beraktifitas. Selain menjadi karyawan disalah satu bank ternama di tanah air, dia juga menjadi dosen. Bahkan, masih sempat-sempatnya melanjutkan kuliah S2 nya.
Menjadi wanita super sibuk dengan jutaan kegiatan dilakoninya tanpa mengeluh. KArena sadar, dia bekerja keras karena dia bukan orang yang kaya raya. "Saya dari keluarga sederhana, jadi kerja keras ini untuk keluarga,"
kata perempuan berkerudung asal Lumajang ini.
Karena itu, dia menyadari bahwa segala kesibukannya merupakan tabungan untuk menjawab kehidupan yang akan datang. Sekaligus menjadi bekalnya dimasa tua bersama keluarganya.
Dia berpandangan, mempersiapkan segala sesuatu mulai dari sekarang merupakan istilah yang sering didengar. Namun sangat sulit untuk dipraktekkan. "Banyak yang tidak mempraktekkan. Padahal kalimat itu adalah kuncinya," jelasnya.
permpuan kelahiran 1991 ini menambahkan, tidak masalahjika hari ini harus disibukkan dengan pekerjaan. yang paling penting adlah, bagaimana kesibukan itu bisa melatih dirinya untuk menjadi perempuan tangguh.
Tidak jarang memang dalam benaknya mengeluh capek. Karenabanyak kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. "Namun,rasa capek tidak hilang jika hanya terdiam saja. Jika beraktifitas malah hilang capeknya," ungkapnya.
Melihat aktifitas Rusmini memang padat. Tidak tanggung-tanggung setiap hari dalam seminggu selalu digunakannya dengan baik. Tidak ada hari yang kosong tanpa kegiatan. Sebut saja setiap senin sampai jumat yang rutin digunakannya menjadi karyawan bank.
Sementara hari sabtu dan minggu yang biasanya digunakan untuk berlibur bagi perempuan pada umumnya, dia malah tidak bisa. Setiap sabtu dan minggu digunakan untuk menjadi dosendan kuliah disalah satu perguruan tinggi di Jember. "Jadi tidak ada hari libur kegiatan kecuali hari libur nasioanl," katanya.
Semua kegiatan dilakoninya dengan penuh semangat. Bahkan tidak jarang dia mendapat teguran dari orang tuanya karena terlalu sibuk dengan pekrjaan. "Ya namanya juga orangtua, khawatir dengan anak perempuan itu wajar," katanya.
Wajar karena memang Rusmini seorang anak perempuan yang paling dekat dengan kedua orang tuanya. "Wajar saja mereka khawatir, saya anak yang paling dekat dengan mereka," tambahnya.
Namun, kekhawatirkan dari orang tuanya itu dijadikan sebagian dari doa oleh Rusmini. Karena kekhawatiran orang tua meruapkan doa untuk anaknya agar dijauhkan dari hal yang tidak diinginkan. "Diambil positifnya saja, maka kekhawatiran itu menjadi doa," katanya. (mar/fid)
Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru, 15 Juli 2016
Ditulis kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:
Posting Komentar