Selasa, 28 Februari 2017

Nyaman Hidup di Pesantren

Menjadi seorang santri sudah dilakoni laki-laki yang satu ini.Ahamad Fauzi sudah menjalaninya sedari kecil.Maklumlah,kehidupan keluarganya sangant kental dengan dunia tersebut.

BANYAK  cerita menarik dan menyenangkan dialaminya selama menjadi santri.Mulai dari rutinitas yang biasa dilakukan bersama santri yang lain sampai kegiatan pesantren yang tidak ada liburnya."semua itu saya lakukan dengan senang hati,"ungkap laki-laki kelahiran 1989 tersebut.

Kembangkan Generasi Quran


HIDUP di tengah keluarga pesantren tidak membuat Abdul Wadud Nafis berleha-leha. Justru dia merasa tanggung jawabnya berat. Karena harus selalu membawa misi keummatan dalam menegakkan syiar islam. Baru-baru ini, dia mulai mengembangkan generasi alquran dari penglamnnya studi ke luar negeri.
Sosok yang akrab disapa Gus Wadud ini memang sangat akrab dengan dunia pendidikan. Bagi dia, hidup adalah belajar. "Kemanapun jika memang sudah harus menuntut ilmu harus dilaksanakan," ungkap lelaki kelahiran Madura ini.

Senin, 27 Februari 2017

Terinsprirasi Nabi Musa



BAPAK dari satu anak ini menokohkan Nabi Musa untuk menjadi bahan pembelajaran dalam melwati segala cobaan dalam hidupnya. Keyakinannya dalam menghadapi setiap cobaan kehidupan tidak lepas dari keyakinannya kepada tuhan. Sehingga Abdul Halim berpegang teguh pada kisah Nabi Musa yang ketika itu dikepung pasukan Firaun dan air laut.

Yang dilakukan Nabi Musa adalah memasrahkan diri sepenuhnya pada Allah. Sehingga pada waktu Nabi Musa sudah tidak memiliki jalan keluar dari kepungan tersebut.

Trauma Menunda Pekerjaan

TERKADANG seringkali orang menunda-nunda pekerjaan.apalagi jika hal tersebut menyangkut hal sepele.Bagi Achmad Solikin tidak,dia tergolong lelaki yang trauma dengan menunda itu.Sebab,pernah mengalami hal buruk karena menunda pekerjaan itu sampai orangnya meninggal dunia.

Lelaki kelahiran 9 April 1972 ini mengaku selama hidupnya pernah merasakan dampak yang sangat memilukan.Dia hanya menjadi pengawas pengolaan dana alokasi masyarakat itu menunda pekerjaan untuk mengunjungi rumah anggotanya yang sudah lanjut usia.

Sabtu, 25 Februari 2017

Tempuh Jarak Demi Tugas





MENJADI tenaga Apratur Sipil Negara (ASN) haruslah punya tanggung jawab yang besar. Terutama loyalitas pada tugas dan fungsinya sebagai ASN. Selain itu juga harus memberlakukan setiap warga masyarakat sama di matanya. Sehingga ASN haruslah punya toleransi yang kuat tentang keberagaman di satu daerah.

Seperti Dian Nur Wisudah ini. Dia baru saja menjabat sebagai sekretaris keecamatan di Kecamatan Padang. Sebelumnya, mulai 2012 lalu bertugas di Kecamatan Tempursari.

Pernah Dapat Berkah Gus Dur



APA saja yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan mendapat barokahnya. Apalagi jika keikhlasan itu menyangkut tokoh besar seperti Gus Dur. Tentu diyakini akan membawa banyak barokah. Seperti yang dirasakan oleh Muhammad Said Cipto.
Ya, lelaki kelahiran 21 April 1976 asal Rowokangkung ini merasakan betul pernah diuntungkan Gus Dur. Tokoh yang pernah menjadi presiden RI Keempat itu pernah memiliki kesan dalam hidupnya tahun 2003. Sampai saat keuntungan itu terus-terusan dia rasakan.

Saat itu dia masih menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Mangunsari Kecamatan Tekung. Saat mau wisuda, dia ditunjuk bersama teman-temannya menjadi panitia

Jumat, 24 Februari 2017

Rasakan Berkah Tahajud


Menjadi dosen yang menjabat sebagai pembantu ketua (PK) di kampus membuat aktivitasnya seabreg. Namun di sela-sela itu, jika dasarnya kretif tentu ada sejak waktu untuk berkreasi. Diantaranya menempuh S3. Berbekal tahajud, semua berjalan lancar.

Ya, Bendor Tri Utomo MSi adalah lelaki yang merasakan keajaiban tahajud. Lelaki yang kini menjadi ketua STKIP PGRI Lumajang itu pada 2006 mengalami fase kehidupan yang begitu padat dan menentukan.

Kamis, 23 Februari 2017

Sedekah Bikin Rejeki Lancar


SOSOK pekerja yang terbiasa menangani pekerjaan persidangan merupakan cerminan laki-laki yang satu ini. Yakni Ali Siswanto. Dia advokat yang tidak pernah lupa untu menyisihkan penghasilannya kepada fakir miskin dan duafa.
Senang dengan bersedekah menjadikan Ali sapaan akrabnya, menjadi sosok advokat, namun kerendahan hati yang dimilikinya membuat dirinya membuat dirinya banyak dikenal orang.

Niat Puasa Secara Medis


HIKMAH di bulan puasa memang sangat besar. Bahkan di tinjau dari medis pun terbukti. Tidak hanay manfaatnya saja, melainkan juga syarat niat puasa ternyata juga sangat penting menurut tinjauan medis.

Niat dalam puasa menjadi salah satu rukun atau kewajiban yang harus dilakukan dalam berpuasa. Tinjauan dari medis menjelaskan hal tersebut. Dimana niat bisa mengontrol tubuh sehingga tidak mempersiapkan diri untuk bisa bener-bener kuat berpuasa.

Jaga Perform Meski Puasa


MENJADI seorang organistroris merupakan kegiatan yang setia harinya dilakukan Wassilatul Muraah. Perempuan kelahiran Lunajang tersebut, sudah melangkahkan kakinyan di dnia organisasi sejak dirinya duduk dibangku kuliah.

Rabu, 22 Februari 2017

Nitnya Menolong Agama Allah


TANGGUNGJAWAB tidak hanya dibedakan hanya pada satu pihak saja. Melainkan juga harus bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah. Dan itulah yang menjadi dasar seseorang bisa berperilaku ikhlas dan total dalam menjalankan setiap pekerjaannya.
Bersama dengan sebuah lembaga yang membidangi zakat, Otak Hasan Sanusi, Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang dituntut harus kreatif.

Selasa, 21 Februari 2017

Belajar dari Sluku-Sluku Bathok


BULAN puasa sering kali memberikan nuansa yang berbeda pada setiap diri manusia. Khususnya berkaitan dengan dunia spiritual masing-masing orang. Seperti yang dialami SKP

Sugianto ini. Dia menemukan ketenangan hati lewat sebuah lagu Jawa, Sluku-Sluku Bathok.
AKP Sugianto adalah Kapolsek Tekung yang pas satu tahun ini bertugas disana. Sebelumnya dirinya menjabat sebagai Kabag Humas Polres Lumajang. Dan sudah menjadi anggota kepolisian sejak tahun 1987.
Sebagai seorang Kapolsek banyak hal yang menjadi tanggung jawabnya. Terutama adalah keamanan dan keterbitan masyarakat di Kecamatan Tekung.

Momen untuk Istirahatkan Pikiran

Senin, 20 Februari 2017

Yang Penting Ketenangan Batin




SELALU saja ada stigma negatif di masing-masing profesi. Begitulah juga dengan polisi. Namun, semuannya tergantung dari orang-orang yang berada di dalamnya. Apakah benar-benar mau menjaga diri atau tidak.+

Sabtu, 18 Februari 2017

Dulu Alergi Pondok


Tadinya alergi podok, kini malah jatuh hati. Itulah yang dialami Faiqotul Mala. Hingga, meski kini dia sudah kuliah, dia tetap tak bisa meninggalkan duni santri. Meski tak lagi mondok, dia mengaku, kecintaannya akan pesantren tetap berada di hatinya. Dengan begitu, meski kini sudah tidak tinggal di pesantern, setidaknya suasana pesanyren tetap dihidupkan di lingkungan sekitarnya.

Keterbatasan Bukan Hambatan




TIDAK banyak orang yang maun menjadi tenaga sosial. Yang setiap harinya harus bergelut denagn permasalahan sosial yang tidak akan pernah habis. namun tidak demikian dengan Totok Muajiarto ini, Sebagai tenaga sosial dia bahkan punya keyakinan bahwa setiap manusia bisa mnadiri. Meski para difabel yang penuh dengan keterbatasan.

Jumat, 17 Februari 2017

Dulu Anti Alquran


SEMASA kecil ingin menjadi orang yang mahir berbahasa Inggris. Bahkan, kurang berminat pada bahasa Arab. Namu, dengan berkah yang didapatkan, Imron Rosyadi malah menjadi hafidz alquran. Bahkan hafidz itulah yang menuntun dia berkeliling Asia.

Difabel Untuk Difabel


KETERBATASAN
bukan jadi penghalang seseorang menjalankan kebaikan bahkan dengan keterbatasan, seseorang bisa mendapatkkan kekuatan lebih untuk membantun sesama. Seperti yang diklakukan oleh Ali Muslimah ini. Meski seorang difabel, dirinya tak henti-hentinya membantu sesama.

Kamis, 16 Februari 2017

Tergila-gila Komik


DINA
Zilla Prihartini benar-benar gila komik.Meski sudah kuliah, dia masih suka melahap komik, Kesukannya itu ternyta berawal dari sebuah anime Tokyo yang saat itu ditayangkan salh satu televisi nasional. Dari situlah dia mengenal dunia anime, yang identik dengan cerita fiksi tersebut. "Awalnya suka anime, kemudian pindah ke komik," tuturnya.

Jadi The Best Ten


Sekolah favorit bagi gadis yang satu ini beda maknanya. Sekolah favorit itu bukan sekolah yang diinginkan oleh banyak orang. Namun, sekolah yang bisa membuat seseorang nyaman dan tentu mendapatkan banyak manfaat dari dalamnya. Sebagaimana Mega Silvia yang ingin terus melanjutkan sekolahnya di pondok pesantren di Wonorejo ini.