Selasa, 28 Februari 2017

Nyaman Hidup di Pesantren

Menjadi seorang santri sudah dilakoni laki-laki yang satu ini.Ahamad Fauzi sudah menjalaninya sedari kecil.Maklumlah,kehidupan keluarganya sangant kental dengan dunia tersebut.

BANYAK  cerita menarik dan menyenangkan dialaminya selama menjadi santri.Mulai dari rutinitas yang biasa dilakukan bersama santri yang lain sampai kegiatan pesantren yang tidak ada liburnya."semua itu saya lakukan dengan senang hati,"ungkap laki-laki kelahiran 1989 tersebut.

Bisa Dapat Ilmu Dunia dan Akhirat

Kebersamaan dengan sesama santri merupakan pengalaman yang tidak akan didapat di tempat lain.Sehingga pembelajaran dipesantren sangat dianjurkan untuk menumpuk kepedulian terhadap sesama.

Semua kegiatan dilakukan secara berjamaah.Tidak hanya salat atau mengaji.Kegiatan seperti makan dan tidur juga dilakukan secara berjamaah."Sungguh indah karena kita melakukannya dengan berjamaah,"ungkapnya.

Fauzi,sudah nyantri sejak 2006.Hingga kini sudah menempuh S-2 pun dia masih memilih nyantri.Ada sesuatu yang membuatnya tetap bertahan di lingkungan pesantren.Yakni Sikap toleran dan keluargaan yang dihidangkan dalam dunia pesantren.Hal itu tak pernah dia temui di tempat lain.

Selain itu,dia menambahkan,hidup dipesantren tidak memikirkan dunia saja.Namun secara tidak langsung akan memikirkan masalah akhirat."Seakan selalu ingat akhirat,"ungkapnya.

Santri diajari agar tidak hanya mencari ilmu agama saja.Melainkan juga mengajarkan anak fokus dalam belajar Ilmu-ilmu umum.Mondok merupakan metode pembelajaran yang komplit.Sehingga menjadi santri merupakan pilihan terbaik untuk menumpuk pendidikan anak sejak dini."Umumnya pondok sekarang sudah modern.Mengajarkan ilmu dunia dan Akhirat,"katanya.

Selain itu,keamanan dari anak yang mondok juga terjamin.Hal tersebut merupakan sebuah nilai positif bagi orang tua yang memasrahkan anaknya ke pesantren.Sehingga orang tua bisa lebih tenang jika anaknya berada di pesantren."Pasti akan fokus belajar,karena setiap harinya santri diawasi perkembangannya,"tuturnya.

Dia menambahkan,tidak perlu khawatir memondokan anaknya sejak sedini mungkin.Sebab,sudah punyak pesantren yang juga sudah tersedia sekolah formal.Seperti Tsanawiyah dan aliyah bahkan hingga perguruan tinggi."kini menjadi Santri sudah tidak lagi dipandang sebelah mata karena tidak tahu ilmu umum.Tapi menjadi seorang santri merupakan pilihan yang tepat karena akan memilki dua ilmu secara bersamaan,"pungkasnya.(mar/ras)

Sumber:Jawa Pos Radar Semeru 4 Juli 2016

Ditulis Kembali:AF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar