JIKA sudah hobi, apapun akan dilakukan. tak peduli jarang tenaga dan biaya. Semua kabeldikeluarkan untukmendapatkan kesenagan dari hobi itu. AQpalagi jika bersinggungan dengan dari hobi itu. Apalagi jika bersinggungan dengan tugas kuliah. Berhari-hari tak terasa. Dari hobi itu mengantarkannya seseorang menjadi juara.
Belum Lulus Sudah dapat Panggilan Mengajar
Begitulah Warda Dida. Perempuan ini berasal dari jalan kepala desa Solekbesuki kecamatan Sukodono Lumjang. Anak pertama pasangan Muhammad Ansoridan Maryam ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya program study televisi dan film di Unioversitas Negeri Jember.Dia memamng tinggal menyelesaikan skripsi. namun belakangan ini. waktunya banyak tersiata untuk mendalamifilm-film di tanahh air. "ya njagong film bersama teman-teman. Menikamati bersama dan mengamati bersama." jelasnya.
Dia mengakui, gemar pada dunia film dan mengambil jurusan itu setelah lulus dari SMKN 1 Lumajang tahun 2012 lalu. Sat lulus, dia yang dikenalkan dunia film oleh kerabatnya menjadi asistensutradfara di kota besar akhirnya bener-bener kepincut.
Saat bingung mengambil jurusan, dia merasa jurusan itulah yang tepat. Di jurusan tersebut dia mengakuibukan hanyabutuhbiaya tinggi. Tetapi juga butuh mental yang kuat. Karena tugas tuga yang dibberikan itulah yang menempa mental sebagai seorang yang aktif di dunia perfilman.
Dia terkesan dengan dunia yang sekrang dialami ini. Dia mengaklu banyak diajarkan tentang banyakpembuat film, pembuatan program acara tvbv. bahakan ada kalian juga bgaimanan memahami film, serta bagaiamabisa menunjukkan pada penonton bahwa film ini baik, bagus dan lainnya.
Sampai saat ini urusan membuat film sudahbukan hal asing. Warda sappan akrabnya mengaku sudah sering sekali. Terkadang dalam sehari bisa menuntaskan film tersebut. Salah satunya yang di buat awal Juni Kemarin.
Dia tanp[a sengaja diminta temannya membuat film di kabupaten Probolinggo tepatnya di lereng gunung bromo. Untuk membuat film kegiatan bidan puskesmas dalam menurunkan angka AKI dan AKB.
Permintaan itu selasai dikarenakandalam sehari. Tanpa di sangka-sangka, film yang hanya berdurasi tuijuh menit itu akhirnya diikutkan lomba oleh dinas kesehatan probolinggo. "Saya kaget ya, kok diikutkan lomba. tambah keget lagi karena menang juara 1," ujarnya.
Padahal dia mengkui hanya sebatas iseng iseng aja. l;alu dia hanya beroperan mengarahkan dan menata setiap segm.en dan bagian-bagian mana yang harus dirangkakai. Ternyta hasil nya memuaskan meskipun dikerjakan sehari dan biayanya murah.
Dari kemampuannya itu, dia tidak tinggal skripsi, kemampuannya sudah mulai dibutuhkan. Dalam setahun terakhir dia sudah mendapat job mengajar di salah satu sekoalh swasta di Lumajang.
Bahkan disamping itu dia kjuga sukses mengumpulkan para pecinta film di lumajang yang diberi nama njagong film. Mereka setiap pekan terkumpul menikati film bersama. Bahkan tak jarang keliling di desa-desa memutar film disana.(fid/ras)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 14 Juni 2016
Disalin kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar