Sabtu, 18 Maret 2017

Bangga Jadi Dewan


DEMOKRASI bisa dipelajari sejak dini. Seperti yang dilakukan oleh Alifia Tri Susanti, yang saat ini menjadi Dewan Perwakilan Mahasiswa di STIE Widya Gama Lumajang. Dirinya pun dipercaya untuk menyambungkan lidah mahasiswa kepada pemimpin di kampus nomor satu di Lumajang tersebut.

Biasa teman-temannya memanggilnya Alifia. Dia sekarang masuk di tahun ketiga setelah 2013 lalu masuk di STIE Widya Gama Lumajang.


Tak Ingin Terjun ke Dunia Politik

"Tahun 2013 lalu lulus MA, kemudian langsung meneruskan kuliah di sini," kata mahasiswa berjilbab ini.

Alifia termasuk mahasiswa yang sangat aktif. Terbukti dirinya masuk di dunia organisasi, intra dan ekstra. Di intra kampus itu, Alifia menjadi salah satu dewan di Dewan Perwakilan Mahasiswa. "Saya di DPM, DPR kalau di Indonesia," kata Alifia.

Aktivitasnya pun begitu sibuk. Karena Alifia harus bisa membagi waktu antara kepentingan organisasi dan kepentingannya sendiri dalam menempuh pendidikan di jurusan akuntansi.

Apalagi, Alifia punya tanggung jawab yang besar. Dia adalah penyambung lidah mahasiswa dengan pihak kampus. Alifia menceritakan ada tiga bagian tugas DPM. "Ada tiga tugas penting," kata Alifia.

Pertama Alifia menjadi salah satu penyusun undang-undang di kampus. Undang-undang itu mengatur aktivitas yang ada di organisasi di dalam kampus. Kedua, berdua standar operasi kegiatan (SOK). "Kalau orang biasa bilang SOP," kata Alifia.

Dalam SOK itu, DPM membuat aturan tata cara pengajuan proposal dan laporan pertanggungjawaban. Sehingga organisasi bisa lebih mudah dalam memberikan proposal dan keperguruan proposal.

Ketiga adalah DPM menjadi penyambung lidah mahasiswa dengan pihak kampus. Alifia menceritakan dirinya punya ide untuk membuat kotak saran. Sehingga mahasiswa bisa langsung memberikan sarannya ke dalam surat.

Ide lainnya adalah Alifia membagikan angket kepada mahasiswa. Agar DPM mengetahui apa yang menjadi keinginan dari mahasiswa. "Jadi benar-benar menjadi penyambung lidah mahasiswa," katanya.

Satu lagi yang ingin dikejar oleh Alifia, yaitu prestasi. Dia mengakui sampa sekarang belum mendapat prestasi yang membanggakan. Hanya saja, Alifia sudah bisa menjadi perwakilan dari STIE widya Gama dalam pelatihan. "Pernah sekali ikut lomba. Tapi masih belum juara," kata Alifia.

Sekarang Alifia sedang menyusun target-target ke depannya. Menurutnya, hal itu harus dilakukan. Karena setiap orang harus punya rencana itu harus yakin bisa tercapai. "Selalu mengusahakan target terlaksana," katanya.

Nantinya, Alifia ingin menjadi seorang wirausahawan. Dia juga ingin kuliah sampai program master. Agar nantinya lebih mudah mendapat kesempatan untuk membuka usaha dengan berbagai jaringan. "Ingin jadi wirausaha," katanya.

Alifia menggarisbawahi, meski sekarang menjadi DPM, tapi nanti dia tidak ingin terjun ke dunia politik. Alifia tidak menyebutkan alasannya. "Jangan sampai menjadi politikus," pungkasnya Alifia. (dt/ras)


Sumber : Jawa Pos Radar Semeru, 19 Januari 2016

Disalin Kembali Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar