Kamis, 09 Maret 2017

Teliti Posyandu


BUTUH pengawalan yang ekstra pada generasi penerus di usia emas. Apalagi di kawasan yang jauh dari pusat kota. Seperti yang dilakukan oleh Annisa Rahmawati ini. Dari latar belakang pendidikan kesehatan, dirinya mencoba meneliti apa faktor yang menjadi penyebabb permasalahan kesehatan bagi balita. karena di usia itulan akan terbentuk generasi muda depan yang dapaty diandalkan.

Nisa, biasa teman-temanny memanggil gadis berkerudung ini. Dia dulu pernah belajar di SMAN 2 Lumjang, kemudian meneruskan pendidikannya di fakultas Kesehatan Mayarakat Universitas Jember tahun 2011.

Tantangan Masa Depan Lebih Besar

 Di akhir masa studinya ini Nisa menggenapkannya dengan meneliti posyandu di Kecamatabb Caandipuro, Awalnya, dia meliaht partipisasi  masyarakat di Posyandu Lumajang begitu rendah. Padahal, dari posyandu itulah generasi masa depan dipertaruhkan. "Soalnya usia satu sampai lima tahun itu disebut sebgai usia emas," kata gadis kelahiran lumajang, 18 November 1992 ini.

Usia emas adalah usia dimana seorang anak bisa kuat secara fisik maupun mental. Hal itu sudah dibuktikannya dengan kajian ilmiah lainnya. "Jadi di usia ini gizi, nutris dan perlakuan terhadap anak harus bisa dilakukan secvara maksimal," kata Nisa.

namun, sayang di Candipuro tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Dari hasil penelitiannya itu, Nisa menemukan partipisasi masyarakat disana begitu minim. Kebanyakan para ibu mengikutsertakan anaknya ke posyandu hanya sampai umat dua tahun. "Padahal harusnya sampai lima tahun. Usia emas itu umur nol sampai lima gtahun," kata gadis yang hobi travelling ini.

Berbgai faktor pun coba diteliti oleh Nisa. Mulai dari pengetahuan para orang tua, tingkat pendidikan sampai dengan usia pernikahan di Kecamatan Candipuro. Nisa menemukan, faktor penyebab paling besar minimnya keikutsertaan masyarakat pada posyandu adalah karena pengetahuan. "karena tidak tahu, jadi mereka tidak mengajak anaknya ke posyandu," kata nisa.

Nisa punya pandangan menarik terkait dengan generasi masa depan. Dia mengatakan, pengawalan terhadap pendidikan anak memang tidak hanya sampai pada usia lima tahun. Setelah itu pendidikan lainnya harus mengiringi." Karena memang mereka adalh aset," kata Nisa.

Tantangan di masa depan akan jauh lebih besar dibandingakan saat ini. Karenanya mentalitas dan fisik seorang anak harus bisa bertahan. Kekuatan mental dan fisik tersebut dibentuk setengahnya sampai usia lia tahun tersebut.

Nisa punya pandangan, bahwa seriap hari manusia selalu belajar. Manusia selalu berkembang dari satu masa ke masa selanjutnya. dan juga dari tempat satu ke tempat lainya. hal itu terlihat begitu kentara saat nisa mengatakan bawa dia punya pandangan hidup yang berubah ubah." Kalu pandangan hidup, atau semacam prinsip itu disesuaikan denagn bagaimana kondisi kita," kata Nisa.

Manusia itu berkembang begitu juga dengan pandangannya. kalau tidak berubah, berarti seorang tidak banyak belajar dengan perkembangan yang ada di dunoa. "Kitaharus selalu belajar dari pengalaman," pungkas Nisa yang segera akan diwisuda ini.(dt/ras)

Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 01 April 2016

Disalin kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar