
Menari ternyata bisa menghilangkan stres. Hal itulah yang dirasakan oleh Maulinawagzy Bima Puteri ini. Karena saking sukanya, dengan menari pikiran bisa jadi fresh. Apalagi saat dirinya sedang menghadapi momok ujian nasional di tahun ketiga SMAN ini.
Teman-temannya biasa memanggilnya Olin. Gadis yang satu ini mengaku sangat suka menari. Cita-citanya pun juga menjadi seorang penari. Meski orang tua Olin menginginkannya kerja di dunia yang lain."Mungkin bisa jadi hobi saja. Yang penting masih bisa menari,"kata gadis kelahiran Lumajang 16 agustus 1997.
Oling bercerita, dia sudah menari sejak di SD. Dan sampai sekarang pun masih tetap menari."Sudah lama menari, makanya suka,"kata pelajar putri di SMAN 3 Lumajang ini.Dunia tari itu juga yang mendekatkan olin ada prestasi. Salah satu prestasinya yang paling berkesan adalah ketika dirinya diajak ke Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta.
Nomor Satu Banggakan Orang
Olin beserta teman-temannya diundang untuk mengisi sebuah agenda tahunan di TMII itu."Seneng banget dapet kesempatan itu,"kata Olin.
Saat itu memang menjadi giliran Lumajang untuk mengisi acara di TMII. Setiap tahunya digilir tiap kabupaten menampilkan karya tari di TMII. Dan akan terus bergiliran setiap tahun dari seluruh Indonesia.
Di SMA pun juga demikian. Tahun kemarin, Olin mendapat penghargaan sebagai penyaji terbaik tari tradisional di Surabaya. Panghargaan itu membuat Olin semakin menyukai tari, dan juga semakin menyukai bakatnya bisa menari."Waktu itu masih kelas XI," kata anak dari Seno Budi Santoso dan Endah Sutianti ini.
Sekarang OLin sudah masuk di tahun ketiga SMA. Ujian pun menhadang di tahun depan, dan Olin bahkan semua anak kelas XII harus fokus ke ujian nasional,"kata murid kelas XII, jurusan IPA ini.
Di tengah-tengah belajar Olin ternyata masih menyempatkan menari. Karena menurutnya dengan menari bisa membuat dirinya kembali fresh."Kalau pas lagi stres menari. Bisa fresh lagi,"kata anak pertama dari dua bersaudara ini.
Dengan menari itu, dirinya bisa selalu merasa senang. Meski orang tuanya tidak ingin dia bercita-cita menjadi pebari tradisional saja, melainkan tari hanya menjadi honi. Sebagai serang anak, Olin sangat mencintai orangtuanya. Terbukti dari keinginan kuat Olin, "Nomor satu adalah membanggakan orang tua.
Olin berharap, dirinya selalu diberikan kesempatan untuk terus menari. Karena dengan menari itu Olin bisa bergerak dengan lepas. Dari menari juga Olin mengaku seperti disuntikkan semangat. "Dengan menari bia terus semangat," pungkas Olin. (dt/ras)
Sumber : Jawa Pos Radar Semeru,01 Januari 2016
disalin kembali oleh : (jsr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar