Senin, 06 Maret 2017

Jangan Sukar Berbagi


Yuli Amalia, gadis Desa Karangbendo Kecamatan Tekung ini sedang menyelesai kuliahnya disalah satu kampus bergengsi di Bogor Jawa Barat. Meski jauh dari kampung halaman, kepedulian terhadap orang yang kurang mampu tetap dilakoninya meski saat ini disibukkan dengan tugas kuliah.

Berbagi Bisa Dengan Apa Saja

Berbagi dengan orang yang kurang mampu merupakan kegiatan yang rutin dilakukan olehnya. Yuli panggilan akrab perepmpuan berhijab ini merupakan salah satu anggota komunitas sosial di Lumajang yang cukup aktif membantu dan menyalurkan bantuan untuk orang yang kurang mampu.
Komunitas yang menjadi jalan untuk berbagi tersebut bernama 2care. KOmunitas ynag didirikan oleh alumni SMA 2 Lumajang ini sudah banyak menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang kurang ammpu.
Dengan begitu, meski saat ini Yuli disibukkan dengan persoalan kampus tetap memilih untuk ikut serta dan aktif dalam komunitasnya tersebut. "Ini kan komunitas satu sekolah pas SMA jadi adakan agenda jika hari libur dan lebaran saja," katanya.
Kegiatan yang dilakukan setiap tahun itu merupakan agenda yang sangat ditunggu-tunggu. Selain untuk bersedekah kepada masyarakat yang kurang mamapu, kegiatan itu juga dilakukan untuk reuni sekolah.
Kegiatan reuni itulah yang dijadikannya kesempatan untuk mengajak teman-temannya untuk saling bernagi terhadap sesama. "Kan kesempatan baik, kumpul alumni sekalian cari pahala," kata gadis kelahiran 28 Juni 1995 ini.
Namun, membantu orang yang kurang mampu tidak hanya dilakoni dengan teman komunitas tersebut. Banyak kegiatan sosial lain yang sering dilakukannya sendiri. "Dikampus juga sering adakan baksos dengan teman-teman," katanya.
Sehingga kecintaannya untuk saling berbagi dengan sesama terus dilakukannya agar bisa lebih banyak membantu orang yang kurang beruntung. "Kalau bisa saling berbagi kenapa tidak," terang anak ketiga Kholil dan Nawaroh tersebut.
Kegiatan sedekah yang dilakukannya tidak hanya memberikan sembako. Berbagi ilmu kesehatan dan gizi juga dilakukannya. Maklum saja, saat ini Yuli adlah salah seorang mahasiswa jurusan gizi.
Bahkan tidak jarang, kemampuan memahami gizi itu dibagikan kepada orang-orang yang ditemuinya. "Berbagi itu kan tidak hanya dengan barang. Ilmu juga bisa dibagikan," jelasnya.
Sehingga, tidak jarang perempuan yang memiliki hobi desain grafis ini memanfaatkan hobinya untuk membuat gambar dan grafis tentang kesehatan dan gizi. Seperti misalkan tentang pola hidup sehat dan lain sebagainya.
POla membagi ilmu yang dilakukannya dengan membuat gambah grafis, lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Sehingga, dengan begitu masyatrakat akan lebih mudah memahami bagaimana cara menjaga gizi. "Berbagi itu enak, bisa banyak teman dan bisa bermanfaat tentunya," tutur gadis berkaca mata ini. (mar)



Sumber : Jawa Pos - Radar Semeru, 27 Juli 2016
Di tuliskan kembali oleh : nbl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar