Mahasiswa Harus Berkontribusi Besar ke Lumajang
Sejak 1999 wanita yang bisa dipanggil Ainun ini menjadi seorang dosen di STIE Widyagama Lumajang. Kecintaannya terhadap perguruan tinggi ini membawanya pada status dosen tetap pada 2013 lalu. Tidak hanya itu, Ainun di percaya menjadi keyua program studi menajeman disana.Ainun mendapatkan gelar sarjananya di Unversitas Jember pada 1997. Kemudian, meneruskan tingkat master di STIE Widyagama Malang. Saat ini, dengan beasiswa pebuh untuk pendidik, Widyagama kembali memberikan kepercayaan kepada Ainun untuk menempuh program doktoral di Universitas Jember. "Jadi linier, jurusan manajemen juga," katanya.
Menempati posisi sebagai kaprodi, Ainun tidak mau membeberkan, kemajuan jurusannya hanya berkat dia saja. Melainkan berkat kerjasama dari semua dosen, karyawan sampai dengan mahasiswa di Widyagama. "Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan HMJ memang kreatif dan aktif," kata dosen kelahiran Lumajang, 2 September 1947 ini.
Ainun mempunyai banyak target yang harus dicapai. Seperti Tes Potensi Akademik (TPA), penerapan keterampilan bahasa Inggris, dan pelaksanaan kurikulum KKNI. Ainun yakin, dengan adanya kerjasama dengan semua pihak pasti akan terlaksana. "Saya dibantu teman-teman terbaik saya di sini," kata mahasiswa doktor yang tengah meneliti di perusahaan jasa dan manufaktur yang terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai salah satu perguruan tinggi di Lumajang. Ainun sadar mahasiswa harus bisa berkontribusi besar kepala Lumajang. Ainun menyebutkan banyak dari alumni Widyagama memang sudah ikut serta dalam pengelolaan potensi di Lumajang sendiri.
Ke depan, Ainun inginagar ada Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Dimana surat itu bisa menunjukkan keterampilan lain diluar akademik yang dimiliki oleh para mahasiswa. Ainun yakin, SKPI tersebut mampu meningkatkan kealitas sdm di Widyagama. "Pimpinan juga sudah setuju," kata Ainun.
Dengan adanya SKPUI tewrsebut, mahasiswa Widyagama bisa melakukan kuliah kerja lapang (KKL). Dari KKL, tersebut mahasiswa akan mendapat pengalaman lebih di dunia kerja. "Yang penting tidak hanya IP saja. Keterampilan lain seperti yang ada di tes potensi akademik, SKPI akan berpengaruh" kata Ainun.
Bahkan dari beberapa mahasiswa, ada yang sudah mengelola tempat parawisata di Lumajang. Ainun tidak ingin Lumajang menjadi kota mati seperti yang selama ini dipersepsikan oleh banyak orang. "Bagaimana cara agar tidak betul-betul mati," kata Ainun.
Ainun bangga berada di Widyagama. Meski hanya perguruan tinggi swasta dan berada di lokal, Widyagama menurutnya juga punya kulaitas yang tidak kalah di banding dengan perguruan tinggi lainnya. "Ngak usah jauh-jauh kuliah. Di Lumajanh sendiri juga bisa belajar banyak," kata dosen berjilbab ini.
Dengan demikian, Ainun semakin yakin, Widyagama bisa ikut dalam berkontribusi untuk Lumajang. Apalagi tujuan antara pemerintah, dan perguruan tinggi sama. yaitu mengembangkan potensi yang ada di Lumajang. "Tinggal bagaimana terus meningkatkan SDM di daerah," pungkas Ainun. (dt/ras)
Sumber : jawa Pos Radar Semeru, 09 Januari 2016
Disalin kembali Oleh : (AF)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar