HIKMAH di bulan puasa memang sangat besar. Bahkan di tinjau dari medis pun terbukti. Tidak hanay manfaatnya saja, melainkan juga syarat niat puasa ternyata juga sangat penting menurut tinjauan medis.
Niat dalam puasa menjadi salah satu rukun atau kewajiban yang harus dilakukan dalam berpuasa. Tinjauan dari medis menjelaskan hal tersebut. Dimana niat bisa mengontrol tubuh sehingga tidak mempersiapkan diri untuk bisa bener-bener kuat berpuasa.
Mempertahankan Niat Itu Sepanjang Hari
Dokter Guntur Sugiharto, merupakan kepala IGD RSD dokter Haryono menjelaskan tinjauan medis dari niat tersebut. "Saat niat berpuasa, tubuh kita akan mengurangi sekresi asam lambung," katanya.Sekresi asam lambung itulah yang digunakan untuk mencernakan makanan. Zat tersebut akan aktif ketika tubuh merasa siap untuk makan. "Tanpa ada niat, maka bisa saja perut akan sakit luar biasa. Ya karena asam lambung itu jadi," kata Guntur.
Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa akan berbeda dengan orang yang berpuasa dengan orang yang tidak berpuasa tapi tidak makan. Asam lambung orang yang berpuasa akan terhambat karena memang perintah otak dari niat tersebut.
Sedangkan, orang yang tidak berpuasa tapi tida makan asam lambungnya bisa keluar banyak. Selain itu, perutnya akan terpengaruh bahkan bahkan bisa menyebabkan gangguan pada perut.
Selain itu, niat puasa itu harus bisa dipertahankan sepanjang hari. Karena berubah sedikit saja pada niat, maka asam lambung akan segera keluar lebih banyak. "Tubuh akan selalu merespon otak," kata Guntur.
Dari pemahaman tersebut, Guntur juga sepakat dengan gugurnya puasa gara-gara niat. Tanpa adanya niat secara medis telah ditunjukan dengan timbulnya asam lambung. Begitu juga ketika sebelumnya niat, namun tergoda di tengah jalan. "Makanya, mempertahakan niat puasa dalam pengertian medis itu harus sepanjang hari," katanya.
Manfaat puasa juga sangat besar. Guntur mengatakan di dalam usus ada namanya jontot usus. Jontot itulah yang terus bekerja sepanjang hari ketika ada makanan. Dengan puasa, jontot usus tersebut bisa beristirahat.
Di dalam kasus-kasus medis, ada pasien yang bermasalah dengan perut. Setelah dipuasakan, ternyata puasa mampu mengobati sakit tersebut. "Kalau sakitnya wajar, dengan puasa saja sudah cukup. Tanpa harus ada obat-obatan," kata Guntur.
Puasa memang memberikan banyak manfaat. Tidak hanya kesehatan, tapi juga terhadap keluarga. Seperti yang dialami oleh Guntur, dimana dirinya dan istrinya sama-sama pekerja. Dengan datangnya bulan puasa, ada waktu sendiri berkumpul dengan keluarga. "Padahal tidak bisa berkumpul makan bareng, nikmatnya makan dengan keluarga," pungkas Guntur. (dt/ras)
Sumber : Jawa Pos Radar Semeru, 24 Juni 2016
Disalin Kembali Oleh :(Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar