
TANGGUNGJAWAB tidak hanya dibedakan hanya pada satu pihak saja. Melainkan juga harus bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah. Dan itulah yang menjadi dasar seseorang bisa berperilaku ikhlas dan total dalam menjalankan setiap pekerjaannya.
Bersama dengan sebuah lembaga yang membidangi zakat, Otak Hasan Sanusi, Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang dituntut harus kreatif.
Cepat Merespon Kondisi Masyarakat
Meski usia sudah tidak lagi muda, namun harus tetap bisa mengikuti perkembangan zaman.Seperti yang dilakukannya bersama dengan para pengurus di Baznas. Lembaga tersebut mampu memanfaatkan media sosial, web, sampai dengan membuat majalah. Dan hal itu bisa dilakukan dengan baik.
Bahkan, program-program yang dijalankan oleh lembaga tersebut sangat dekat dengan kepentingan masyarakat Lumajang. Mulai dari beasiswa pendidikan, sampai dengan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Tentu program-program tersebut bisa berjalan tidak lain karena kerja keras orang-orang di dalamnya. Mereka dituntut untuk bisa dekat dengan masyarakat, dan lagi bisa mendorong masyarakat yang mampu untuk mambayarkan zakatnya.
Sebagai seorang sekretaris lembaga tersebut, Atok begitu gencar mempromosikan lembaganya. Dengan cara promosi langsung, maupun dengan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa zakat yang diberikan oleh masyarakat disalurkan dengan tepat.
Atok mengaku, hampir setiap hari mengunjungi berbagai tempat. Baik tempat yang mudah dijangkau maupun sulit. Seperti desa-desa yang memang jauh dari jalan protokol."Saya sampai hafal jalan-jalan kecil. Karena hampir setiap hari jalan-jalan,"kata Atok.
Apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini. Baznas punya agenda yang semakin padat. Selain harus bekerjasama dengan berbagai instansi lain, juga harus langsung mendatangi kelompok-kelompok masyarakat yang ada.
Respon terhadap warga yang membutuhkan pun sangat besar sekali. Seperti saat Rame menginformasikan adanya balita yang harus operasi mata, dengan cepat Atok merespon. Bahkan juga memberikan santunan dengan dana insidental yang sudah dipersiapkan untuk kasus-kasus seperti itu.
Atok menyadari, bahwa apa yang dilakukannya tersebut penuh dengan tanggungjawab. Baik secara vertikal maupun horizontal. Namun yang pasti prinsip dari laki-laki yang sudah menginjak lebih dari setengah abad ini hanyalah ingin mempertahankan agama Allah."Jika kamu menolong agama Allah, maka niscaya Allah akan menolongmu,"pungkasnya.(dt/fid)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 20 Juni 2016
ditulis kembali:JSR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar