Kamis, 23 Februari 2017

Sedekah Bikin Rejeki Lancar


SOSOK pekerja yang terbiasa menangani pekerjaan persidangan merupakan cerminan laki-laki yang satu ini. Yakni Ali Siswanto. Dia advokat yang tidak pernah lupa untu menyisihkan penghasilannya kepada fakir miskin dan duafa.
Senang dengan bersedekah menjadikan Ali sapaan akrabnya, menjadi sosok advokat, namun kerendahan hati yang dimilikinya membuat dirinya membuat dirinya banyak dikenal orang.


Sudah Jadi Kebiasaan Sejuk Mahasiswa

Sudah tiga tahun lebih dia bersama rekan rekan advokadnya menggeluti pekerjaan tersebut. Namun dia mengakui, tidak pernah untuk menyisihkan penghasilannya untuk kaum yang membutuhkan."Setiap bulan kami selalu menyisihkan penghasilan kami untuk didesakkan,"katanya.
Dengan begitu dia mengikuti keberkahan mendapatkan hasil lebih sangat dirasakannya. Laki-laki yang pernah aktif disalah satu organisasi kemahasiswaan di Jember ini menambahkan, kebiasaan bersedekah sudah digandrunginya sejak aktif di organisasi pergerakan tersebut.
Kebiasaan itu melekat agar apa yang sudah didapatkan dari organisasi bermanfaat bagi orang bayak."Saat masih menjadi mahasiswa, sering adakan penggalangan dana untuk kaum duafa,"terangnya.
Diantaranya melakukan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan menyantuni orang yang kurang mampu, merupakan tentetan kegiatan yang sudah jadi makanan setiap hari.
Sehingga tidaklah susah-susah lagi untuk menjadikan kebiasaan besedekah tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari."Sudah menjadi kebiasaan jadi tidak enak kalau ditinggalkan,"jelasnya.
Hanya saja, kegiatan sosial seperti sedekah untuk orang-orang kurang mampu sudah tidak lagi dilakukannya dengan cara menggalang dana seperti dilakukannya saat menjadi seorang mahasiswa."Cukup menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan masyarakat kurang mampu,"katanya.
Kegiatan bagi-bagi amal juga dilakukannya selama bulan ramadan. Bahkan lebih sering dibanding bulan-bulan sebelumnya."Selama ramadan lebih sering bersedekah," akunya. Karena dia menilai berkah dan pahala selama ramadan menjadi berlipat. Itu membuat dia lebih bersemangat.
Bersedekah itu tidak ada batasan. Dia menuturkan, sebanyak apapun harta yang disumbangkan jika tidak dengan hati yang ikhlas, maka tidak akan dapat apa-apa. Namun sebaliknya, sekecil apapun harta yang kita sedekahkan, jika itu tulus dari hati, maka akan mendapat ganti yang lebih banyak."Selama masih bisa bersedekah. Lakukan sebisa mungkin,"tuturnya.(mar/fid)
Sumber: Jawa Pos Radar Semeru, 23 Juni 2016
ditulis kembali oleh : JSR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar