Senin, 20 Februari 2017

Yang Penting Ketenangan Batin




SELALU saja ada stigma negatif di masing-masing profesi. Begitulah juga dengan polisi. Namun, semuannya tergantung dari orang-orang yang berada di dalamnya. Apakah benar-benar mau menjaga diri atau tidak.+


Ada saja Pertolongan Dari Allah Kalau Mau Jaga Diri

Seperti yang dirasakan oleh Ipda Gatot Budi Hartono ini. Sekarang dia menjabat sebagai Kasubag Humas Polres Lumajang. Lelaki berusia 53 tahun ini sudah menjadi polisi sejak 1984. "32 tahun saya sudah jadi polisi," katanya.

Sejak saat itu hingga sekarang, Gatot bekerja sebagai polisi di wilayah Lumajang. Pertama kali ditugaskan diklakah. Disanalah juga dia menemukan jodohnya. "Kalau saya aslinya Jombang. Berhubung saya kerja disini, alhamdulillah dapat istri asli sini," katanya

Gatot bertugas paling banyak di bagian administrasi. Dan paling lama berada di bagian Sumberdaya Manusian (Sumda). Tentu saja, dari tupoksi tersebut dia banyak bersinggungan dengan pengelolaan sumberdaya manusia didalam tubuh kepolisian polres Lumajang.

Tidak tanggung-tanggung, Gatot di bagian Sumba tersebut selama lebih dari 12 tahun. Kemudian akhirnya menduduki jabatan di Kasubag Humas Polres Lumajang sejak 2015 lalu. "Paling lama di Kabag Sumda Polres Lumajang," katanya.

Dia menceritakan sebelum jadi polisi tidak tahu akan dimasukan di bagian apa. Dan dia pikir semua polisi baru tidak akan tahu akan ditempatkan dibagian apa saja. "Karena itu banyak yang mengira jadi polisi itu sama. Padahal tidak tergantung penempatan kerja. Ada yang merasa cocok ada yang tidak," kata Gatot.

Gatot mengakui ada tempat-tempat yang tidak disukai oleh anggota kepolisian sendiri. Namun, bagi dirinya setiap tugas dan tanggungjawab kepolisian harus menyertakan hati. Tanpa menyertakan hati, orang bisa tertekan dan mengalami stres. Saya di kamtibmas pernah, di kanit reserse intel juga pernah. Yang penting bisa menjalankan tugas dengan baik," kata Gatot.

Yang paling di inginkan adalah selalu bisa menjaga diri. Dan itu adalah prinsip yang terus dipegangnya. "Saya merasa cukup dengan gaji dari pekerjaan saya. Tinggal bagaimana mau menjaga diri,"katanya.

Dia menjelaskan lebih jauh tentang prinsipnya tersebut. Bahwa prinsipnya  tersebut selalu membawa berkah. Banyak sekali pertolongan dari allah yang dia berkeinginan umroh, ternyata ada saja pertolongan. Padahal, kalau hanya mengandalkan gajinya saja, tidak mungkin bisa terbang ke Mekkah. "Waktu itu kakak saya lha kok tiba-tiba memberikan bantuan. Sehingga saya bisa umroh," katanya.

Dari pengalaman itulah dia merasa spritualitasnya terus meningkat. Dampaknya adalah dia merasa bisa mengerjakan semua tugas-tuganya dengan begitu ringan dan tenang. "Semuannnya bersumbar dari ketentangan hati. Jadi Alhamdulillah, semuannya bisa ringan" pungkas Gatot. (dt)


Sumber : Jawa Pos Radar Semeru 14 Juni 2016
Ditulis Kembali Oleh : (IS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar